Pengumpan:
Tulisan
Komentar

Facebook Error

Screen Shoot Saat FB Error

Hem, pagi-pagi sekitar pukul 08.30 WIB El sempet uring-uringan gara-gara pas buka FB muncul tulisan “Maaf Terjadi Kesalahan”. Wah langsung bingung, soal e jujur FB sangan berperan banget dalam hidup El, terutama di group yang khusus berisi teman-teman kuliah El. Maklum lah, di group itu El bisa mengkases tugas apa yang harus dikumpulkan dan pengumuman-pengumuman seputar kuliah kalo El pas ndak masuk kul. Itulah konsekuensi kuliah kelas transfer, yang jaraknya lumayan jauh dari rumah El, jadi ya cuma bisa mengandalkan jejaring sosial untuk sharing informasi, biar ngirit sih, hohohohoh.

Sampai saat tulisan ini El posting, FB El belum bisa dibuka, padahal tadi sempet dapat SMS dari temen, kalo FB udah normal lagi, aduhhhhh, tambah jadi bingung nih :sad: . Hem ada apa to sebenarnya dengan FB El? El cuma bisa menunggu dan menunggu, semoga saja cepet bisa dibuka lagi tuh FB. Buat temen-temen yang juga mengalami nasib sama dengan El, ayo kita sama-sama menunggu, hehehhe.

Dari pelajaran kali ini El bisa menyimpulkan, jangan sekali-kali mengandalkan jejaring sosial untuk hal yang penting dalam hidup kita. Boleh sih kita mengandalkannya, tapi kita juga harus punya cadangan, maksudnya jangan hanya mengandalkan saja. Selain jejaring sosial kita bisa mengandalkan yang lainnya, salah satu contohnya adalah handphone. Walaupun kita harus rela berkorban sedikit (beli pulsa) namun El rasa cukup efektif kok.

Biarlah ini menjadi pelajaran yang berharga untuk El dan temen-temen bloger yang merasa senasib dengan El, :lol: .

Hem…..
Dari namanya saja sudah gitu, pasti sebelum El jelasin sudah pada tahu dunk artinya, hehhehehe. Tapi sayang, El belum berkeluarga, alias masih sendiri (hahahahaha). Jadi ya alone deh, hehehehe. Coba boleh ajak cowoknya pa ceweknya pasti lebih rame kan (sayang harus yang sudah resmi menikah, sedangkan El baru tunangan, jadi ya belum boleh :( ).

Yup, Family Gathering ini diadakan di Malang, tepatnya di Taman Safari, BNS (Batu Night Specktaculer).

H-1 adalah persiapan El buat ikut acara itu, tapi selalu aja jadi sebuah pobia buat El kalo naik bus (I dislike it :( ). Jujur saja ya, El tuh suka mabok darat kalo naik bus, apalagi yang ber AC, hem bingung kan kalo kalian jadi El. Di sisi lain El pengen gak usah berangkat, tapi di sisi lain El gak enak sama big bos nya (Pak Kepsek hehehheeh :lol: ). Masak gak bisa ikut Family Gathering Cuma gara-gara mabuk darat??? Apa kata dunia (lebay mode on :lol: ).

Untung saja saat itu El berpikir, El gak boleh menyerah, harus ada jalan keluar dunk. Dan……. eng ing eng, El dikasih tahu sama Ibu, mending periksa aja ke dokter biar gak mabuk, tapi dokter e yang dosis obat e agak tinggian. Soal e pernah suatu saat El periksa supaya gak mabuk ke dokter, tapi masih aja mabuk. Kan jadi percuma dunk periksanya.

Next…….
Dan persiapan pun dimulai, tapi saat malem e mau persiapan buat packing, eh malah ketiduran gara-gara habis minum obat dari dokter (lumayan ngantuk sich soalnya).

Hari H (Hari Pertama)
Karena saking pulasnya tidur El, jadi ya bangun jam 04.30 WIB dech, lumayan agak siang dari yang ditargetkan oleh alram hp El (alarm e tak pasang pukul 04.00 WIB, jadi korupsi 30 menit :lol: ). Karena agak kesiangan, langusung aja kebut sana kebut sini, packing baju lah, peralatan bubuk lah (maklum menginap 1 hari), peralatan mandi lah, dll. Namun, Puji Tuhan, El pas kumpul di Terminal Juwana gak ketinggalan kok.

Setelah menunggu beberapa saat, akhirnya 5 buah bus pun datang dan berangkat dech. Hehehhehehe. Namun, inilah gak enaknya orang yang suka mabuk darat, gak bisa lihat pemandangan bu, bisane cuma tidur aja di dalam bus. Namun saat di dalam bus, ada temen kerja yang usil, dan El di sms sama dia yang isinya, “ANTIMO, ANTIMO”. Ya malah ketawa dunk El, aneh-aneh aja tuh anak (soale tahu sih kalo El tuh suka mabuk darat :lol: ). Tapi dari lubuk hati El yang terdalam, hem, tunggu saja nanti, pasti El gak akan mabuk (maklum pengalaman terakhir pas piknik gereja di Baturaden, satu kali perjalanan El mabuk sampai 18 X, sampai tempat sampahnya penuh gara-gara El :( ).

Dan…………… Puji Tuhan, saat berhenti buat makan siang di Tuban, El sama sekali gak mabok (senangnya hatiku, hehehehehehe :lol: ). Wah, mimpi apa El semalam, rekor dunk, Juwana-Tuban gak mabuk, soale biasane Juwana-Pati aja udah amit-amit heheheheh. Karena makan siang e di restoran, dan prasmanan, antrinya buuuuuuu, kayak antri sembako, maklum lah 5 bus tumplek blek jadi 1. Jadi ya sabar sabar sabar……

Karena masih ½ perjalanan lagi, ya El gak berani makan banyak-banyak lah, soale takut mabuk (lakone kok mabuk wae :mrgreen: ).
Dan akhirnya, sampai juga di Taman Safari II Indonesia yang ada di Prigen, Jawa-Timur. Namun sayang, karena macet ya agak kemaleman deh sampainya di sana. Masak jam 16.30 WIB baru masuk, ya udah pada ngandang semua lah binatang e. Tapi gak pa pa sech, itung-itung refreshing sejenak :lol: .
Setelah itu, makan malam dunk, yah di restoran lagi, prasmanan lagi prasmanan lagi, antri lagi antri lagi. Tapi gak papa deh, yang penting kenyang nih perut. Sambil bisa menikamati indahnya lampu-lampu malam hari.

Bersambung ke Part 2………….

Kisah Pohon Apel

Saat El browsing, tanpa sengaja El menemukan sebuah artikel yang sangat menyentuh hati El, disini El akan membagikan cerita itu, sebuah cerita refleksi tentang kehidupan kita dan orang tua kita. Semoga menjadi berkat.

Suatu ketika, hiduplah pohon apel besar dan anak lelaki yang senang bermain-main di bawah pohon apel itu setiap hari. Ia senang memanjatnya hingga ke pucuk pohon, memakan buahnya, tidur-tiduran di bawah teduh dan rindang daun-daunnya. Anak lelaki itu sangat mencintai pohon apel itu. Demikian pula, pohon apel sangat mencintai anak kecil itu. Waktu terus berlalu. Anak lelaki itu kini telah tumbuh besar dan tidak lagi bermain-main dengan pohon apel itu setiap harinya.

Suatu hari ia mendatangi pohon apel. Wajahnya tampak sedih. “Ayo ke sini bermain-main lagi denganku,” pinta pohon apel itu.

“Aku bukan anak kecil yang bermain-main dengan pohon lagi,” jawab anak lelaki itu. “Aku ingin sekali memiliki mainan, tapi aku tak punya uang untuk membelinya.”

Pohon apel itu menyahut, “Duh, maaf aku pun tak punya uang; tetapi kau boleh mengambil semua buah apelku dan menjualnya. Kau bisa mendapatkan uang untuk membeli mainan kegemaranmu. “

Anak lelaki itu sangat senang. Ia lalu memetik semua buah apel yang ada di pohon dan pergi dengan penuh suka cita. Namun, setelah itu anak lelaki tak pernah datang lagi. Pohon apel itu kembali sedih.

Suatu hari anak lelaki itu datang lagi. Pohon apel sangat senang melihatnya datang. “Ayo bermain-main denganku lagi,” kata pohon apel.

“Aku tak punya waktu,” jawab anak lelaki itu. “Aku harus bekerja untuk keluargaku. Kami membutuhkan rumah untuk tempat tinggal. Maukah kau menolongku?”

“Duh, maaf aku pun tak memiliki rumah. Tapi kau boleh menebang semua dahan rantingku untuk membangun rumahmu,” kata pohon apel. Kemudian anak lelaki itu menebang semua dahan dan ranting pohon apel itu dan pergi dengan gembira. Pohon apel itu juga merasa bahagia melihat anak lelaki itu senang, tapi anak lelaki itu tak pernah kembali lagi. Pohon apel itu merasa kesepian dan sedih.

Pada suatu musim panas, anak lelaki itu datang lagi. Pohon apel merasa sangat bersuka cita menyambutnya. “Ayo bermain-main lagi deganku,” kata pohon apel.

“Aku sedih,” kata anak lelaki itu. “Aku sudah tua dan ingin hidup tenang. Aku ingin pergi berlibur dan berlayar. Maukah kau memberi aku sebuah kapal untuk pesiar?”

“Duh, maaf aku tak punya kapal, tapi kau boleh memotong batang tubuhku dan menggunakannya untuk membuat kapal yang kau mau. Pergilah berlayar dan bersenang-senanglah .” Kemudian, anak lelaki itu memotong batang pohon apel itu dan membuat kapal yang diidamkannya. Ia lalu pergi berlayar dan tak pernah lagi datang menemui pohon apel itu.

Akhirnya, anak lelaki itu datang lagi setelah bertahun-tahun kemudian.”Maaf anakku,” kata pohon apel itu. “Aku sudah tak memiliki buah apel lagi untukmu.”

“Tak apa. Aku pun sudah tak memiliki gigi untuk mengigit buah apelmu,” jawab anak lelaki itu.

“Aku juga tak memiliki batang dan dahan yang bisa kau panjat,” kata pohon apel.

“Sekarang, aku sudah terlalu tua untuk itu,” jawab anak lelaki itu.

“Aku benar-benar tak memiliki apa-apa lagi yang bisa aku berikan padamu. Yang tersisa hanyalah akar-akarku yang sudah tua dan sekarat ini,” kata pohon apel itu sambil menitikkan air mata.

“Aku tak memerlukan apa-apa lagi sekarang,” kata anak lelaki. “Aku hanya membutuhkan tempat untuk beristirahat. Aku sangat lelah setelah sekian lama meninggalkanmu.”

“Oooh, bagus sekali. Tahukah kau, akar-akar pohon tua adalah tempat terbaik untuk berbaring dan beristirahat. Mari, marilah berbaring di pelukan akar-akarku dan beristirahatlah dengan tenang.” Anak lelaki itu berbaring di pelukan akar-akar pohon. Pohon apel itu sangat gembira dan tersenyum sambil meneteskan air matanya.

Ini adalah cerita tentang kita semua.
Pohon apel itu adalah orang tua kita.
Ketika kita muda, kita senang bermain-main dengan ayah dan ibu kita.
Ketika kita tumbuh besar, kita meninggalkan mereka, dan hanya datang ketika kita memerlukan sesuatu atau dalam kesulitan.

Tak peduli apa pun, orang tua kita akan selalu ada di sana untuk memberikan apa yang bisa mereka berikan untuk membuat kita bahagia. Anda mungkin berpikir bahwa anak lelaki itu telah bertindak sangat kasar pada pohon itu, tetapi begitulah cara kita memperlakukan orang tua kita.

Sampaikan pada orang tua kita sekarang, betapa kita mencintainya; dan berterima kasih atas seluruh hidup yang telah dan akan diberikannya pada kita.

Sumber asli:

Klik di SINI

SEMOGA MENJADI BERKAT.

God Bless You

Yup, mungkin pernyataan “Tuhan memberikan apa yang kita butuhkan bukan apa yang  kita inginkan”, sudah sangat sering kita dengar. Namun di sini El cuma mau sekedar sharing saja untuk temen-temen.

Terkadang El minta sama Tuhan ini lah, itu lah, dan sebagian besar apa yang El minta merupakan sesuatu yang sangat menguntungkan buat El. Namun tak jarang juga, apa yang El inginkan nggak dikasih-kasih sama Tuhan. Contohnya nih, dulu waktu SMA, El pengen buanget punya komputer. Bukan cuma sekedar ingin punya, tetapi karena saat SMA, sebagian besar tugas harus diketik pake komputer. El selalu saja berdoa, Tuhan tolong dunk, El minta komputer, supaya gak capek2 ke rental kalo ngerjain tugas (maklum jaman dulu di kota tempat tinggal El, warnet cuma 1, itu pun masih mahal :D ).

Satu hari, dua hari, tiga hari, doa  El belum juga dijawab. Satu bulan, dua bulan, bahkan sampai lulus SMA pun, masih aja belum dijawab. Oh….., saat itu hati El sakit buanget, Tuhan kok gitu sih sama El. Saat itu El hanya bisa marah sama Tuhan (jangan ditiru ya :) ). Sampai pada suatu hari tepatnya saat El kuliah di semester 3, Tuhan baru menjawab doa El. Dan saat itu pula Tuhan membuka pikiran El. Kenapa kok baru sekarang Tuhan ngasih El komputer.

Alasannya adalah:

1. Saat SMA El cuma tahu soal mengetik dan belum tahu sama sekali masalah hardware, karena kurikulum lama.

2. Kalo saat kuliah, El sudah paham tentang hardware dan perawatan komputer, soal e ambil jurusan TI :D

Nah, jadi El sudah tidak marah lagi ma Tuhan, karena sudah mengerti apa maksud dan tujuan Tuhan (Maaf in El ya God :) ).

Dan pelajaran kali ini adalah:

Saat SMA Komputer merupakan keinginan El dan saat kuliah komputer merupakan kebutuhan untuk El. Jadi buat temen2 yang sedang mengalami keadaan seperti El, jangan pantang menyerah ya, percaya deh rencana Tuhan pasti akan indah pada waktu-NYA.

God Bless You :)

free counters

Raimuna Daerah 2009

uh, udah lama buanget pengen posting soal RAIDA kemarin, tapi file nya malah hilang. hehehheheeh jadi ya baru sempet deh.

Raimuna Daerah adalah sebuah perkemahan golongan penegak pandega yang diadakan di tingkatan Daerah/ Propinsi.

Saat mau berangkatsempet bingung juga sih awalnya, soalnya El ni mabuk kalo naik bus. Jadi malu nih, heheheheheheh. Namun, karena tugas sebagai  Pinkon (Pimpinan Kontingen) Putri yang harus El emban, jadi El harus berangkat. Wow, sesampai di Kantor Kwarcab Pati, El agak telat, soalnya El baru pulang kuliah. Gak mungkin lah gak pulang, soalnya motornya harus di taruh rumah dulu. Tapi Puji Tuhan El gak ditinggal kok. hehehehe

Perjalanan pun di mulai. Dengan menggunakan bus PEMDA PATI yang cuma berkapasitas 21 orang, kami pun gelar matras. Soalnya yang berangkat 28 orang, termasuk peserta, pinkon dan DKC. Yah, tapi apa boleh buat, soalnya kita gak boleh menggunakan BUS yang besar, dikarenakan jalan yang dilalui terlalu sempit.  Setidaknya itulah keputusan saat temu pinkon.

Perjalanan malam yang dingin, sangat membuat El agak neg, soalnya ada salah satu peserta yang bawa bakso. walah walah walah, jelas pengen muntah to ya, soalnya bus nya kan AC. hik hik hik. Akhirnya sampailah di pom bensin, El langsung aja gak tahan and, bla bla bla. lega buuu. heheheheheh

Setelah perjalanan yang cukup panjang, akhirnya sampailah di Buper Desa Widarapayung, Kec. Binangun, Kab. Cilacap. Tapi sebelumnya sempet muter2 selama 3 jam, gara-gara kesasar. Maklum lah, panitia kurang memperhatikan jalur masuk ke area perkemahan. Soalnya banyak juga kontingen lain yang kesasar juga.

Awal-awal kemah di sana, pengen buanget pulang karena airnya berkaporit, sampai tercium juga baunya dan gak bisa dibuat masak. Namun, akhirnya jadi betah juga, karena tiap hari bisa ke pantai buat main-main air. Kegiatan sangat padat. Jadi, tak jarang deh, jadi juru masak, karena yang korve alias yang jaga tenda cuma 1 dari peserta, jadi ya kasihan dunk kalo gak tak bantu.

El disana malah jadi kayak ibu pengasuh, soalnya banyak banget persoalan yang terjadi. Dari yang kecil sampai yang besar. Yah, akhirnya El ngerasain juga rasanya momong (mengasuh) peserta sebanyak 10 orang, putri semua lagi. hehehehheeh. Padahal di rumah El gak bisa kayak gitu.

Jujur, dengan adanya kegiatan ini El, makin bisa mengerti, tentang semua seluk beluk kehidupan. Kita juga harus mandiri, ga boleh selalu menggantungkan ortu.

Saat malam Cakra Adhi Birawa itulah yang selalu membuat hati El tersentuh, dimana kita harus berpisah dengan teman2 yang selama ini bersama kita selama 1 minggu kegiatan. Namun, untung ada HP, Facebook, dll. Jadi masih bisa kontek kontekan.

Saat pulang, kami sempat turun di pom bensin daerah Wonosobo. Wah, dari situ terlihat Gunung Sumbing dan Sindoro yang sangat gagah perkasa. Pengen banget El naik kesana, tapi apa daya, kemarin gagal mubcak dikarenakan kondisi cuaca yang kurang memungkinkan. Tapi El mau kesana lagi suatu saat nanti. Uh, jadi sedih nih.

Saat itu, El sempet pula foto-foto sama peserta, and good bye Cilacap come back to Pati

Dengan peserta Raida Kontingen Pati

Dengan peserta Raida Kontingen Pati

ow adek2 qu

ow adek2 qu

awas ularrrrrr

awas ularrrrrr

Image(558)

inilah fotonya, tapi pelanginya kurang jelas kalo di foto

inilah fotonya, tapi pelanginya kurang jelas kalo di foto

ni air terjunnya kalo dilihat dari jauh

ni air terjunnya kalo dilihat dari jauh

Ehm, ehm ehm…….
Lama juga Elfrida gak posting blog, rasanya tangan ini udah gatel buanget untuk menuangkan cerita-cerita El. Maklum lah, memang akhir-akhir ini El disibukkan dengan yang namannya laporan Kerja Praktek, yang otomatis menyita banyak waktu El. Namun Puji Tuhan, kemarin El mendapatkan semangat buat posting lagi dari temen El yang sengaja memberikan award buat El supaya semangat lagi, thanks ya mas. Tapi sayangnya El belum tahu cara forward nya ke temen-temen, maaf ya mas.

Ok, come back to the topic. Sepletuk, ehmmmmm, kata ANEH adalah kata yang El keluarkan saat mendengar kata itu. Maklum lah, El sama sekali tidak pernah mendengar kata itu selama hidup El. Namun, dengan mendengar kata itu El akhirnya bisa memulai petualangan El yang pastinya seru buanget.

Sepletuk adalah sebuah Air Terjun yang berada di Desa Njrahi Kecamatan Gunung Wungkal, Kabupaten Pati. Memang tempatnya sangat terpencil namun sangat menantang medannya. Cocok dengan orang-orang yang suka petualangan alam.

El berangkat dari rumah kurang lebih jam 08.30, pada awalnya niat El dan temen gereja El, Cuma mau survey lokasi buat acara wisata alam yang akan diadakan 20 Juli 2009 nanti. Ini merupakan survey kedua setelah survey yang pertama di Air Terjun Grenjengan Sewu yang juga masih sekomplek dengan Air Terjun Sepletuk. Namun El tidak bisa menceritakan karena El pada waktu itu tidak bisa ikut. Setelah perjalanan selama 1 jam dengan menggunakan motor, akhirnya kami sampai juga di rumah teman kami yang akan mengantar kami menuju air terjun itu, maklum lah kami belum pernah kesana.

Setelah menunggu sebentar, karena kebetulan teman kami masih mengajar, kami langsung pergi ke tempat yang dituju. Namun sebelum pergi, awalnya kami ragu, mau naik motor apa jalan kaki, karena katanya medannya agak ekstrim. Karena katanya jauh, maklum lah teman El saat itu mal es buat jalan jauh, maka kami memutuskan untuk naik motor, yang saat itu El boncengan sama kakak sepupu El.

Weleh weleh weleh…….!!! Adalah kata pertama yang El ucapkan saat melihat jalan yang akan kamu lalui. Lebar jalan 1 m, dengan kanan jalan jurang dan kiri jalan tebing, jalannya masih tanah, dan belum aspal. Masak jalan kayak gitu mau dilewati pake motor? Namun karena sudah terlanjur, maka kami pun nekad naik motor. Temen El yang jadi guide nya sih tenang-tenang saja, soalnya dia kan sudah terbiasa. Lha kami yang belum terbiasa, jelas dag dig dug duer dunk. Tapi jujur saat itu El sudah pasrah sama Tuhan.

Sesuatu yang tidak diinginkan pun terjadi, El dan kakak sepupu El, jatuh dari motor dan masuk ke jurang. Untung aja jatuhnya gak sampai ke dasar jurang, jadi masih bias naik lagi, dan untung juga motornya gak ikut jatuh juga. Bisa bayangin kan, kalo motornya jatuh ke jurang? Puji Tuhan ternyata kami masih selamat.

Singkat cerita, kami pun sampai di pinggir sawah dan motor pun kami tinggal disana tanpa ada yang mengawasi. Hehehehehehe…. Ternyata perjalanan tadi sekitar 30 menit walaupun udah naik motor. Dan itupun belum sampai di tempat tujuan, Wah wah wah, firasat El agak gimana gitu, dan ternyata terbukti, heheheheehe, perjalanan selanjutnya yang dengan berjalan kaki membutuhkan waktu 1 jam, dan jangan tanya medannya, wih wih wih wih, muncak buangetttttttsssssss!! Mau gak mau ya harus mau buat melanjutkan perjalanan, walaupun El gak bawa persiapan apa-apa, alias cuma air putih sama nasi rames. El aja pake celana jeans dan yang pensil lagi, padahal medannya harus menyusuri sungai, karena celananya gak bias di lipat, jadi ya basah deh. Kalo tau gtu mending dari rumah El pake celana pendek aja. Tapi ya gak pa pa lah, itung-itung pengalaman. Dikanan kiri El, banyak buanget tanaman-tanaman yang biasa El temuin di puncak. Makannya El seneng buanget. Itung-itung mengobati rindu El sama muncak. Soallnya kemarin mau muncak tuh gagal terus.

Akhirnya, sampai juga di tempat tujuan, kesan pertama adalah SO SWEATTTTTTT………………….., kenapa???? Soalnya di tengah-tengah air terjunnya ada pelanginya. Jujur El seneng buanget, soalnya El selama ini belum pernah manikmati pemandangan seperti itu. Akhirnya kumat lagi penyakit El, yaitu jeprat jepret buat jadi foto model sementara. Hehehehehe. Setelah itu, rasanya luaper buanget. Maklum lah, belum sarapan, hehehehe. Setelah menyantap nasi ramesnya, El main air sama foto-foto lagi. Setelah puas, walaupun El belum puas, kami pun pulang dengan sejuta kenangan indah at The Sepletuk Water Fall.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.