Feed on
Tulisan
Komentar

Tuhan Punya Rencana

Terkadang, apa yang kita inginkan, tidak sesuai dengan yang kita terima. Terkadang pula, kita sama sekali tidak bisa mendapatkan apa yang kita inginkan.
Ada seorang remaja yang dia ingin sekali mengikuti acara Raimuna Nasional. Mengikuti Raimuna Nasional adalah cita2 dan keinginan dia, karena remaja ini memang sangat menyukai Pramuka dan aktif dalam kegiatan Pramuka. Namun apa yang terjadi ?? Ternyata jadwal kuliah dia yang padat memupuskan semua itu. Sebetulnya pada saat pembagian jadwal kuliah dulu, dia sangat senang dan girang, karena pada saat ada acara Raimuna Nasional tidak ada jadwal kuliah alias libur. Dia senang sekali, dan sudah membayangkan akan bertemu dengan semua anggota Pramuka se-Indonesia. Namun karena ada seorang dosen yang tanpa ada alasan yang jelas mengubah jadwal kuliah, khusus mata kuliah dia, sehingga memupuskan keinginan dia untuk mengikuti Raimuna Nasional. Pada awalnya, dia sempat berpikir mau ikut kelompok lain, tapi ternyata Tuhan berkehendak lain. Dosen makul tersebut tidak mengijinkan hal itu. Dan jika remaja ini mau bolos, dia pasti akan dimarahi oleh orang tuanya, karena pasti nilainya jelek, cz absensi pada makul ini sangat mempengaruhi nilai. Remaja ini dihadapkan dengan keadaan yang sulit, di satu sisi cita2nya dan di sisi lain kuliahnya. Sebenarnya remaja ini pengen marah, menjerit, dan bingung. Sempat dia pengen menuntut keadilan ke Tuhan. Namun, apakah dengan menuntut Tuhan semua ini akan selesai? Jawabnya TIDAK. Kita tidak berhak menuntut Tuhan.
Akhirnya, remaja ini sadar dan yakin jika Tuhan punya rencana lain buat dia. Sebuah rencana yang pasti akan lebih baik buat dia. Memang, manusia boleh berencana, dan Tuhan adalah yang menentukan. Tapi kita juga harus ingat, jika Tuhan juga punya rencana, karena terkadang rencana yang kita buat malah membuat kejatuhan buat kita. Tuhan itu baik, Tuhan penuh kasih, Dia gak mungkin membiarkan anaknya terpuruk oleh rencananya sendiri.
” Write your plans in pencil,but give God the eraser! His way is always so much better than we could have chosen”.
GBU :lol:

Kisah di Argo Piloso bagian III

dan Elfrida masih pengen pelayanan dalam bidang musik khususnya pelayanan.
Setelah kejadian itu, Elfrida terpaksa turun dengan cara merangkak, cz tangan kanan Elfrida sudah gak kuat lagi buat pegangan akar2. Dan Puji Tuhan, akhirnya Elfrida pun sampai di air 3 rasa dengan selamat.
Sesampai Elfrida di air 3 rasa, Elfrida dengan temen2 Elfrida, langsung wisata kuliner lagi, cz udah laper banget perut e. He he he he. Dan setelah semuanya sudah selesai, akhirnya Elfrida dan teman2 turun menuju terminal Colo. Sebelum sampai di Terminal, kami mampir dulu di air terjun monthel buat istirahat dan refreshing sebentar. Dan akhirnya setelah puas, kami pun melanjutkan perjalanan menuju Terminal. Namun sebelum sampai di Terminal, Elfrida beli Pari Jotho, titipan Pak Luluk (temen kuliahnya Elfrida) buat istrinya yang sedang hamil. Karena Elfrida tidak terbiasa tawar menawar, akhirnya Elfrida minta tolong ma mas Hana (mas Uban), buat nawarin. (Thanks ya mas) :lol:
Akhirnya, sampai juga di terminal. Dan akhirnya pulang deh.
Wah sungguh pengalaman muncak yang sangat menyenangkan, ini merupakan muncak Elfrida yang ke 3, setelah di Argo Puro Lasem, dan Termulus. Dan dari hal ini Elfrida dapat merasakan dan mensyukuri ciptaan Tuhan.
God Bless You. :lol:

Kisah di Argo Piloso bagian II

Pada saat di medan 90 derajat itu, pada awalnya Elfrida pesimis gak akan bisa naek, akan tetapi, setelah mendapat bantuan dari temen2 Elfrida, akhirnya, Puji Tuhan Elfrida bisa naik juga, hehehe :lol:
Setelah itu, Elfrida berwisata kuliner dengan temen-temen, dan memakan persediaan snack dengan lahapnya, nyam nyam nyam, maklum lah namanya juga orang lagi lapar, he he he. Setelah itu kami melanjutkan perjalanan dengan tenaga yang tersisa. Walaupun sudah makan, bukannya semangat eh malah sebaliknya, waduh waduh waduh, kebanyakan makan sech, makanne jd gitu.
Setelah beberapa saat, Puji Tuhan, akhirnya Elfrida dan teman-teman dapat sampai di puncak dengan selamat. Sesampai Elfrida di puncak, Elfrida langsung masuk ke tenda buat istirahat, maklum rasanya capek banget. Setelah itu wisata kuliner lagi dengan indomie goreng ditambah ikan asin yang dibawa Cool Leader(Mas Agus) dan kering tempe yang dibawa oleh Pak Jo (Mas Waluyo). Wah wah wah, rasane uenak banget, pa lagi ditambah jahe panas. Hehehe. Padahal cuaca saat itu panas banget, kok bisa2nya minum jahe panas, maklum lah, namanya saja di puncak gunung, jadi ya gak ada es batu, makannya jahe panaspun jadi.
Sorenya Elfrida mencoba mencari sinyal buat menghubungi orang rumah, namun kadang ada kadang tidak, cz kabutnya tebal banget. Dan Elfrida mau chating (pake mig33) pun kadang bisa kadang gak bisa. Setelah putus asa gara2 gak ada sinyal dan GPRS, akhirnya Elfrida memutuskan untuk ajang pencarian foto model, he he he. Maksudnya tuh Elfrida foto teman2 Elfrida geto, dengan latar belakang pemandangan yang, wih SO SWEAT!!! (kata dek Pendy). Dan saat itu juga Elfrida mau ambil gambar sunset, namun sayang, gara2 ada kabut, sunsetnya jelek, and cuma kayak bulan doank. Hik hik hik. Jadi ya gambarnya tak hapus aja lah, wong jadinya jelek kok,kan buat menghemat memory gitu loh, cz memory di hp udah kedip2 alias limited. Hehehe. Maklum lah RSmmc nya cuma 128 MB. Malamnya, Elfrida memutuskan untuk melihat lampu2 yang ada di daerah Kudus, Pati, Jepara, dll. Wah, buagus banget pemandangannya, walaupun tertutup kabut. Setelah itu Elfrida langsung masuk tenda yang Elfrida pinjam dari Mas Junet, he he he. Maklum lah, tenda yang lain sudah penuh, jadi ya terpaksa tidur di tendanya Mas Junet bersama ke 2 teman Elfrida, yaitu mbk Evi dan mbk Enik. Dan yang punya tenda malah mengungsi di tendanya mas Blothonk. Hehehe, (cory ya Mas Junet, and makasih udah dipinjemi tenda).
Namun saat Elfrida mau tdur, eh malah teman-teman pada ngobrolin tentang segitiga bermuda. Karena Elfrida juga pengen tau, dan penasaran, maka Elfrida akhirnya keluar dari tenda dan gabung sama temen2. Pada awalnya sech ngomongin tentang segitiga bermuda, eh malah lama kelamaan topiknya menjadi sharing tentang agama. Pada saat itu cuma Elfrida dan Pras yang beragama Kristen, dan semuanya beragama Muslim. Namun, kami tidak debat, melainkan cuma sharing saja untuk menambah pengetahuan. Setelah itu, Elfrida harus mijitin Lisin, gara2 Elfrida dipinjami SBnya(Sleepping Bed). Eh bukannya Elfrida yg ngrasain SB nya, tapi malah dipake mbk Evi duluan. Hik hik hik. Nasib2. Trus malemnya Elfrida tidur dengan SB yang joinan ma mbk Enik and mbk Evi. Trus Pras ma Lisin ikut masuk. Gara2 Pras SB nya di pinjam ma Uspa dkk, and Lisin emg udah gak dapat tempat di tenda. Jadi ya 1 tenda buat 5 orang, maklum lah, udaranya dingin bgt, jadi jika tdur di luar ga pake SB, bisa2 ntar malah sakit and gak bisa turun besoknya. Trus hujan lg (kabut yg turun), kan tambah dingin bgt tuh. Saat itu, waduh kaki Elfrida kayak kram tapi gak kram, cz sakit bgt. Padahal udah tak kasih counterpine, tp gak ngaruh. Namun Puji Tuhan, akhirnya lama kelamaan hilang juga sakitnya. Mungkin aja gara2 kedinginan.
Pagipun datang tapi masih saja tetep dingin. Cz kabutnya belum hilang2. Jadi yg kedinginan lagi dech. Dan saat itu, mau lihat matahari terbit juga gak bisa, gara2 ada kabut. Wah nasib2. Untuk mengurangi kekecewaan, akhirnya Elfrida jepret sana and jepret sini pake kamera yang ada di hp. Ya itung2 buat kenang2an. Setelah itu Elfrida wisata kuliner lagi. Dan gara2 kehabisan air, akhirnya Elfrida makan mie 1 piring buat 3 orang. Hik hik hik, namun Puji Tuhan Elfrida masih punya sozis yang siap makan buat tambahan gizi. Sebelum turun Elfrida dan teman2 doa dulu biar selamat sampai tujuan.
Akhirnya Elfrida turun dengan cuma membawa 1 botol pocarisweet dan 1 plastik kacang telur. Tapi gara2 tasnya udah penuh, yg makanan ne tak ti2pin ma sholikin.
Pada awalnya kami turun dengan semangat , cz td hbs makan pagi, walaupun cuma dengan mie dan sozis. Namun lama kelamaan laper juga lg. Hik hik hik. Elfrida toleh ke belakang, eh temen Elfrida
dan secara otomatis, tangan elfrida langsung pegangan akar pohon buat menahan beban tubuh Elfrida. Dan pada saat itu lah tangan Elfrida terkilir. Lalu saat itu ada teman Elfrida yaitu Saefudin yang langsung megangi tangan Elfrida, supaya Elfrida ga jatuh ke jurang. Dan Puji Tuhan, akhirnya Elfrida gak jadi jatuh, cz Tuhan telah menolong Elfrida melalui temen Elfrida, yaitu Saifudin. Namun saat nolong, Saifudin malah megang tangan Elfrida yang terkilir gara2 kepunter (kata orang jawa) saat pegangan tadi, dan parahnya lagi, adalah tangan kanan. Waduh waduh waduh, saat itu Elfrida langsung takut, dan yang Elfrida takutkan adalah Elfrida gak bisa main Tambourine lagi di Gereja, cz jika mainin tamborin, intinya ada di tangan kanan. Hik hik hik. Elfrida sedih banget saat itu, karena Elfrida udah main Tambourine sejak kelas 5 SD (sktr 8 tahun).

Kisah di Argo Piloso Bagian I

Kemarin tepatnya tanggal 18-20 Mei 2008, Elfrida dan temen2 kampus mengadakan acara untuk muncak (naik gunung) di Argo Piloso, yaitu salah satu puncak di pegunungan Muria. Peserta bukan hanya dari anak2 TKJ saja, melainkan juga ada orang luar, yaitu Mas Blothonk, Mas Junet, Mas David, Mas Uban. Juga ada anak2 dari Desa Parenggan Pati, yaitu Yus, Nunuk, Ardi, Niko, Deny dan yang lainne Elfrida gak bisa sebutin, karena gak tau namanya, he he he :lol:

Kami janjian kumpul jam 1 siang di depan RSU Soewondo Pati, namun namanya juga anak2, janjian jam 1 eh malah jam 2 baru berangkat, he he he. Perjalanan di truk sangat menyenangkan, karena banyak temen2 yang mengeluarkan bakatnya jadi pelawak. Di perjalanan kami sempat dihadang petugas untuk membayar retribusi, tapi anehnya, retribusi kok bisa ditawar, jangan jangan ……, yah gak usah mikirin yang macem2. Next ja ceritane he he he :lol:

Dan akhirnya kami pun tiba di terminal Colo, dan saat itu temen2 langsung bersiap2 untuk menuju air 3 rasa terlebih dahulu, juga Elfrida tidak lupa ganti sandal jepit, biar muncaknya lebih santai. Saat di Terminal Elfrida sempat melihat ada orang yang jualan Parijotho yang menurut mitos jika orang hamil makan Parijotho maka anaknya akan manis parasnya. Pada awalnya Elfrida mau beli, karena ada temen Elfrida yang titip dibeliin cz istrinya lagi hamil. Tapi setelah Elfrida pikir2 lebih baik Elfrida beli saat pulang saja, mengingat Elfrida muncaknya selama 3 hari, jadi mungkin saja ntar layu dulu, kan malah repot. He he he

Perjalanan dimulai, awalnya semua pada seneng, namun lama kelamaan capek juga, karena kami harus muter untuk menghindari retribusi, biar ngirit maksudnya, maklum, namanya saja masih kuliah dan kebanyakan masih nodong sama ortu he he he. Dan gara2 jalan muter itulah kami malah mendapatkan pemandangan yang wah wah wah, beautiful banget, karena kami menyusuri hilir sungai, he he he.

Sebelum kami melanjutkan perjalanan ke air 3 rasa, kami mampir dulu di air terjun Monthel, dan temen2 yang beragama Muslim shalat terlebih dahulu. Tetapi Elfrida makan jajan dulu, he he he. Karena kebetulan Elfrida beragama Kristen. Karena hari hampir malam, maka kami pun melanjutkan perjalanan ke air 3 rasa. Waduh tanjakan nya weleh weleh, padahal Elfrida sudah ngemil lho, tapi tetep saja kaki ini rasanya sudah gak kuat. Padahal jalannya sudah bagus, alias sudah bisa dilewati motor dengan mulus. Dan saat itu Fendy dan Saifudin pada loyo, cz katanya sih lagi memprogram virus yang akan disebarkan ke anak2 saat di puncak. He he he, jadi ya mereka yang biasanya cas cis cus, diem terus saat di perjalanan menuju air 3 rasa.

Eng ing eng, akhirnya rombongan sampai di air tiga rasa. Wah udaranya dingin banget, rencana sech mau langsung muncak ke Argo Piloso, namun niat itu diurungkan setelah melihat peralatan yang tidak memadahi, yaitu senter. Karena kebanyakan temen2 pada bawa senter kecil, tapi ada juga yang bawa senter besar, tapi cuma sedikit, kan gak mungkin banget muncak malam2 kok senternya kurang. Lagan penduduk di air 3 rasa juga menyarankan kalo bisa muncaknya pagi saja, karena jalan menuju Argo Piloso sangat rawan saat malam hari. Dan kami pun membuat camp di air 3 rasa. Setelah itu Elfrida langsung ambil HP yg sebelumnya tak bungkus plastik. Dan secara otomatis Elfrida langsung muter2 cari sinyal buat memberi kabar orang rumah. Dan, eng ing eng, ternyata ada sinyal GPRS juga, wah gak nyangka di tempat setinggi ini ada sinyal GPRS. Dan langsung saja Elfrida chatingan pake mig33, karena mumpung ada sinyal GPRS he he he. Di air 3 rasa, temen2 langsung pada masak buat wisata kuliner. Namun Elfrida gak masak karena bawa bekal nasi he he he. Langsung saja Elfrida, mbk Evi, dan mbk Enik, makan dengan lahapnya. Namanya saja orang lagi laper dan udaranya dingin. Jadi ya walaupun cuma nasi sama tempe kering ya enak banget rasanya. He he he
Setelah itu ada acara perkenalan mengelilingi api unggun. Karena kayunya basah jadi ya api unggunnya mati terus, dan akhirnya malah pake senter deh, he he he. Setelah acra perkenalan, temen2 ada yang langsung tidur, namun Elfrida dan mbak Evi di ajak Lisin dan teman2nya buat makan2 dengan menu ayam bakar, wah uenak banget, he he he, sebenernya anak2 kampus juga di kasih ayam 1 dari Lisin dan kawan2, tapi Elfrida mau nimbrung ma temen2 kampus gak enak, cz kan ayamnya cuma 1 dan anaknya banyak bgt, kan ntar kasihan jika ada yang gak kebagian. Jadi ya Elfrida ma mbk Evi, ikut Lisin dkk aja makannya. Malam pun tambah larut, sehingga udara makin dingin, walaupun Elfrida udah pake kaus kaki double dan juga sudah pake SB (sleeping bed) tapi tetep aja masih kedingingan. Dan akhirnya pagi2 Elfrida langsung masuk angin. Wah wah wah, perut q rasanya mual banget, padahal udah tak kasih minyak angin tapi gak mempan juga, walah. Dan akhirnya dengan perut yang masih mual2 Elfrida tetep aja melanjutkan perjalanan ke puncak Argo Piloso, walaupun di perjalanan sedikit2 week, week and week,(mau muntah tapi gak bisa keluar). Namun Puji Tuhan, akhirnya bisa muntah juga. Dan saat itu Elfrida langsung semangat lagi, karena sudah lega rasanya. Dalam perjalanan wah, pemandangannya buagus banget, walaupun kadang2 harus berhenti terlebih dahulu gara2 capek plus ngos2an, dan sesekali juga wisata kuliner dulu. Dan ada 1 medan yang sangat menantang yaitu tanjakan dgn kemiringan 90 derajad setinggi kurang lebih 2,5 meter, next

Jalan Tuhan tidak Terselami

Wah wah wah
Aku seneng banget hari ini. Karena ternyata Tuhan masih mengijinkan aku posting blog lewat HP. He he he
Ceritanya gini lho, he he
Kemarin saat Elfrida selesai ujian semesteran, Elfrida langsung pengen banget posting blog. Maklum, saat ujian memang Elfrida sengaja tidak ngeblog, karena Elfrida mau konsentrasi ujian. Akan tetapi, eng ing eng….
Elfrida tidak bisa posting blog lewat HP, karena tampilan di WordPress di ubah, maklum sejak tampilan di wordpress di ubah Elfrida memang belum pernah posting blog, karena sibuk CCNA lah, ujian semesteran lah, lagi males lah, lg tidak ada inspirasi lah, pokoknya ya intinya Elfrida tidak sempat posting.
Lah, sejak nyadar kalau Elfrida tidak bisa posting lagi lewat hp, Elfrida langsung bingung, pengen nangis, pengen teriak, pengen tonjok muka orang, de el el. Pokok e saat itu juga Elfrida sedih banget. Karena ngeblog sudah jadi salah satu hobi Elfrida. Hik hik hik.
Memang sih di warnet bisa, tapi di kota Elfrida yaitu kota Juwana tercinta, harga sewa per jam nya mahal banget, yaitu sekitar 4500-5000. Ada juga yang sekitar 3 ribuan per jam, tapi Elfrida belum tau tempatnya. Lah
kalau dibandingkan dengan posting lewat HP, ya jauh banget lah. Karena jika lewat HP paling cuma habis pulsa sekitar 500 rupiah. Itupun maksimal alias tidak bisa lebih. Trus postinge bisa seharian penuh lagi. Maklum lewat hape kan tidak dihitung berdasarkan waktu. He he he. Trus jika lewat HP, Elfrida bisa posting sesuka Elfrida. Maksudnya jika lagi punya inspirasi bisa langsung posting. Bahkan baru bangun tidurpun bisa langsung posting. He he he (pdhl belum, cuci muka and sikat gigi). Maklum yang namanya inspirasi datangnya bisa kapan saja.
Lha, ya jelas beda jauh jika di warnet, kadang-kadang seperti pemaksaan jika mau posting, karena biasanya dibatasi oleh waktu. Trus tidak bisa konsen lagi, karena suasana yang terlalu ramai, wah wah bisa2 malah tidak jadi posting nech hik hik hik.
Bayangin saja, kemarin pas posting yang terakhir aku habis 9000, waduh! Kalau tak hitung2 bisa bangkrut aku. Maklum, namanya saja masih kuliah, jadi ya harus irit.
Akan tetapi pada hari ini, ternyata Tuhan membuka jalan buat Elfrida. Tadi Elfrida iseng2 masuk log, kemudian iseng2 ngeklik yang html. Dan hasilnya, Puji Tuhan! Jika tampilan tulisannya pake html, Elfrida bisa nulis, and secara otomatis Elfrida juga bisa posting lewat HP lg, aduh seneng banget Elfrida karena ternyata Tuhan masih mengijinkan Elfrida buat nyalurin hobi Elfrida. Oh tirma kasih Bapa, sungguh jalan Mu sungguh tidak terselami menurut pikiran manusia. Dan postingan yang berjudul “tes tes tes” adalah postingan yang Elfrida posting buat uji coba, makannya pendek banget isinya.
Namun Elfrida bersyukur sekali, karena dengan kejadian ini Elfrida bisa belajar banyak hal, dan salah satunya adalah mengerti jika terkadang Tuhan memimpin kita untuk berjalan memutar, namun Tuhan memimpin kita ke jalan yang benar.
God Bless U all :lol:

Tes tes tes

Ingat kasihNYA
Ingat kebaikanNYA
Dan semua anugrahNYA
Yang telah dia berikan buat kita
God Bless U

Pertemuan dan Perpisahan

hik hik hik

Pengen rasanya nangis kalau ada kata-kata perpisahan. Tuhan menciptakan sesuatu secara berpasangan. Ada laki-laki dan perempuan, ada bumi ada langit, begitu juga ada pertemuan dan perpisahan. Terkadang kita sebagai manusia selalu mau yang baiknya saja, contohnya kita cuma mau ada pertemuan saja tetapi gak mau ada perpisahan. Elfrida tau, bahwa perpisahan itu sakit banget buat kita, apalagi jika perpisahan itu dengan orang yang sangat kita sayangi. Dan lebih parahnya lagi perpisahan untuk selamanya dan pada saat-saat terakhir kita tidak bisa mengucapkan selamat tinggal kepada orang itu.

Waduuuuuuuuuuuhhh, sakiiiiiiiiiiiiiit banget.

Namun Tuhan Maha Adil, Tuhan tahu bahwa dengan adanya perpisahan itu kita jadi lebih bisa mengerti dan merasakan suka dukanya kehidupan. Sehingga suatu saat kita tidak akan kaget dengan hal-hal yang tentunya sangat menyakitkan buat kita.

Terkadang kita marah sama Tuhan dengan adanya perpisahan itu, namun apakah semua akan kembali seperti semula jika kita sudah marah? Apakah semuanya akan selesai jika kita marah? Jawabannya TIDAK!

Kita ini cuma manusia biasa yang bagaikan sebutir debu di hadapan Tuhan, kita gak pantas protes sama Tuhan. Kita harus percaya dan yakin jika apa yang telah terjadi dalam kehidupan kita merupakan rancangan Tuhan. Ingat bahwa cara pandang kita beda jauh benget sama Tuhan.

GBU

wah……

Elfrida bisa ngomong kayak gini karena Elfrida pernah mengalami sendiri hal ini.

Ceritanya gini, pada saat Elfrida bangun sekitar jam 4 sampai jam 5 pagi,

siangnya pasti Elfrida langsung masuk angin.

Hal ini Elfrida alami bukan hanya sekali ataupun dua kali, melanikan berkali-kali.

Waduh…… cuapek deh!!!!!!!

Dan kejadian ini hanya Elfrida alami jika Elfrida tidur di rumah Elfrida.

Dan jika saat Elfrida pergi kemah ataupun saat Elfrida pergi muncak sama temen2 Elfrida,

hal ini tidak berlaku.

Padahal saat Elfrida kemah ataupun muncak,

pasti bangunya sekitar jam 4 sampai jam 5 pagi.

Aneh kaaaaaaaaaaan?????

Kok bisa gitu ya?

Awalnya Elfrida juga tidak tahu kenapa ini bisa terjadi.

Tetapi setelah kemaren Elfrida sharing sama temen2 Elfrida.

Ada yang bilang kalau hati yang senang bisa meningkatkan kekebalan tubuh.

Hal itu bener pa gak,

Elfrida juga gak percaya jika Elfrida tidak mengalami hal itu sendiri.

Karena emang bener, jika Elfrida kumpul sama temen2,

emang hati Elfrida seneng banget.

Jadi hal itulah yang ternyata bisa bikin Elfrida gak masuk angin,

walaupun bangun pagi.

:lol:

Tapi, walaupun gitu sampai sekarang pun Elfrida masih saja suka masuk angin

jika bangun pagi di rumah.

Jadi ya bangunnya sekitar jam 1/2 6 deh. Heeeee!!!!

Cz q nek di rumah hati Elfrida gak bisa seneng banget,

kayak pas sama temen2 sech.

GBU allll

Love is …..

Cinta adalah sebuah reaksi kimia, menurut seorang ilmuwan
Cinta adalah sesuatu yang bisa membuat intensitas detak jantung di atas normal, menurut seorang dokter
Cinta adalah sebuah IP Address yang akan menghasilkan reply jika dilakukan perintah ping, menurut seorang tehknisi jaringan.
Dan Cinta adalah diferensial dari variabel x, menurut seorang ahli matematika.

Itulah arti cinta menurut mereka,
Namun menurut Elfrida cinta adalah sebuah anugrah yang terindah dari Tuhan
Dan cinta tidak akan bisa terhapus dari hati kita
Namun cinta akan selalu bersemi dan menghasilkan buah

Cinta tidak mengenal kasta
Cinta tidak mengenal keterbatasan
Cinta tidak mengenal fakta
Dan Cinta tidak mengenal logika

Namun,
Cinta bisa membuat orang tak berdaya
Cinta bisa membuat orang lupa akan segalanya
Dan Cinta bisa merobohkan tembok2 perbatasan yang ada dihati kita

Semua orang pasti kenal apa itu cinta
Dan semua orang pasti pernah merasakannya
Dari cinta seorang anak kepada ibunya
Cinta seorang remaja kepada pujaan hatinya
Dan cinta manusia kepada Tuhannya.

Jagalah cinta yang ada di hati kita
Karena dengan cinta kita bisa menikmati keindahan hidup
God Bless You All :lol:

Kebahagiaan Ada di Setiap Hati Kita

Setiap orang pasti memiliki suatu kebahagiaan di dalam hati mereka. Kadang ada pula orang yang belum bisa merasakan suatu kebahagiaan, namun hal itu terjadi karena orang itu tidak mau mencari kebahagiaan di dalam hatinya sendiri. Itulah yang membuat kita kadang sulit untuk mendapatkan kebahagiaan itu. Kebahagiaan berasal dari hati kita sendiri. Maka, jagalah hati kita dan janganlah cemari hati kita dengan hal2 yang dilarang oleh Tuhan.
GBU all

Older Posts »