Kemarin, tepatnya tanggal 29-30 November, Elfrida dan temen2 kampus khususnya anak PMK Stimik Aki Pati, mengadaan Retreat di Vila Colo. Walaupun peserta cuma 18 orang, akan tetapi Elfrida ngedapetin sesuatu yang sangat membuat hidup El berubah.
Burung Rajawali, itulah hal yang El dapetin dari retreat. El pingin, El bisa seperti burung Rajawali.
Pertama, Burung Rajawali selalu terbang menerpa angin yang kencang, semakin kencang angin itu maka akan semakin kuat keinginan Rajawali untuk menerobos angin itu. Demikian juga kita, jka kita ingin seperti burung Rajawali, maka kita akan senantiasa menerobos masalah seberat apapun yang akan menerpa kita. Semakin besar masalah itu, maka akan semakin kuat keinginan kita untuk menghadapi masalah itu.
Kedua, Kita tahu bahwa sarang burung Rajawali terdiri dari beberapa lapisan, diantaranya pada lapisan terluar, adalah lapisan batu-batu, kemudian peda lapisan yang kedua adalah lapisan ranting-ranting, lalu lapisan terdalam adalah bulu-bulu yang sangat lembut. Si induk Rajawali akan mengajari anaknya terbang dengan cara melempar anaknya keluar dari sarang. Kita tahu, bahwa sarang Rajawali ada di tempat yang sangat tinggi. Maka, apabila si Anak Rajawali jatuh, maka tentu akan meninggal. Namun, itulah yang dilakukan si Induk. Dia akan melempar anaknya keluar sarang, maka dengan itu, si anak, akan berusaha sekuat tenaga untuk terbang. Akan tetapi, jika si anak belum mampu untk terbang, maka si induk akan menopang si anaknya lagi, sehingga tidak jatuh. Lalu jika sampai di atas, maka si induk akan melepaskan anak itu lagi, begitu seterusnya, sampai si anak benar-benar bisa terbang. Itulah Bapa kita yang di sorga, Dia selalu ada bersama kita. Memang Dia membiarkan kita jatuh, namun tidak akan pernah membiarkan kita sampai tergeletak.
ketiga, Si Induk sedikit demi sedikit, mulai menghilangkan kenyamanan- kenyamanan yang ada di dalam sarang rajawali. Pertama si induk akan mengambil lapisan bulu, dilanjutkan lapisan ranting, dan pada akhirnya hanya menyisakan lapisan batu. Dengan ini kita tahu, bahwa semakin iman kita tumbuh menjadi lebih dewasa, berarti bukan kenyamanan yang akan kita peroleh. Melainkan ketidaknyamanan yang akan kita dapatkan.
Itulah pelajaran yang sangat berharga yang sudah El dapatkan dari Retreat kemarin dan El juga mau membaginya buat temen2.
GOD BLESS U

Makanya..gue bilang juga apa?
RCTI aja pake lambang Rajawali…
Tapi Bener kok..
ketidak nyamanan.. itu semakin terasa jika kita semakin dewasa… kita mesti semakin tidak menggantungkan diri dari orang lain. termasuk ortu..
akan tetapi rasa nyaman dan tidak nyaman itu, terpulang pada diri kita mensikapi suatu permasalahan..
ada orang yang tidak nyaman naik sepeda motor bekas, Akan tetapi ada yang begitu nyaman walau naik sepeda onthel yg tua.
semoga yang baca Nyaman baca tulisanku ini Hehehehe!..
Wah… ada ritrit yah… di colo pula. Kudus kan??? kok gw ga diajak2 ya…??? pdhal kan d Kds, area gw juga..
apa emang mahasiswa yg senior2 kaya gw ga dilibatin, secara udah pada sibuk skripsi kali ya??? ya sudah lah…. emang sih… hehehe….
http://profiles.friendster.com/ud3p
Jangan lupa belajarlah pada pengalaman juga, dan waktu belajar jangan sampai terhayut akan masa lalu, OK!!
God Bless
@Loeloe
Yup bener pak, masalah kenyamanan maupun ketidaknyamanan tergantung pada sudut pandang tiap2 orang. GBU
@Paidi
Wah jadi ga tau to kalo ada retreat???????? makane kalo ngaku Anak JC aktif to cari info, and ikut PMK. GBU
@Pujangga
Yups Nang, uke uke uke. hehehehehehe GBU