uh, udah lama buanget pengen posting soal RAIDA kemarin, tapi file nya malah hilang. hehehheheeh jadi ya baru sempet deh.
Raimuna Daerah adalah sebuah perkemahan golongan penegak pandega yang diadakan di tingkatan Daerah/ Propinsi.
Saat mau berangkatsempet bingung juga sih awalnya, soalnya El ni mabuk kalo naik bus. Jadi malu nih, heheheheheheh. Namun, karena tugas sebagai Pinkon (Pimpinan Kontingen) Putri yang harus El emban, jadi El harus berangkat. Wow, sesampai di Kantor Kwarcab Pati, El agak telat, soalnya El baru pulang kuliah. Gak mungkin lah gak pulang, soalnya motornya harus di taruh rumah dulu. Tapi Puji Tuhan El gak ditinggal kok. hehehehe
Perjalanan pun di mulai. Dengan menggunakan bus PEMDA PATI yang cuma berkapasitas 21 orang, kami pun gelar matras. Soalnya yang berangkat 28 orang, termasuk peserta, pinkon dan DKC. Yah, tapi apa boleh buat, soalnya kita gak boleh menggunakan BUS yang besar, dikarenakan jalan yang dilalui terlalu sempit. Setidaknya itulah keputusan saat temu pinkon.
Perjalanan malam yang dingin, sangat membuat El agak neg, soalnya ada salah satu peserta yang bawa bakso. walah walah walah, jelas pengen muntah to ya, soalnya bus nya kan AC. hik hik hik. Akhirnya sampailah di pom bensin, El langsung aja gak tahan and, bla bla bla. lega buuu. heheheheheh
Setelah perjalanan yang cukup panjang, akhirnya sampailah di Buper Desa Widarapayung, Kec. Binangun, Kab. Cilacap. Tapi sebelumnya sempet muter2 selama 3 jam, gara-gara kesasar. Maklum lah, panitia kurang memperhatikan jalur masuk ke area perkemahan. Soalnya banyak juga kontingen lain yang kesasar juga.
Awal-awal kemah di sana, pengen buanget pulang karena airnya berkaporit, sampai tercium juga baunya dan gak bisa dibuat masak. Namun, akhirnya jadi betah juga, karena tiap hari bisa ke pantai buat main-main air. Kegiatan sangat padat. Jadi, tak jarang deh, jadi juru masak, karena yang korve alias yang jaga tenda cuma 1 dari peserta, jadi ya kasihan dunk kalo gak tak bantu.
El disana malah jadi kayak ibu pengasuh, soalnya banyak banget persoalan yang terjadi. Dari yang kecil sampai yang besar. Yah, akhirnya El ngerasain juga rasanya momong (mengasuh) peserta sebanyak 10 orang, putri semua lagi. hehehehheeh. Padahal di rumah El gak bisa kayak gitu.
Jujur, dengan adanya kegiatan ini El, makin bisa mengerti, tentang semua seluk beluk kehidupan. Kita juga harus mandiri, ga boleh selalu menggantungkan ortu.
Saat malam Cakra Adhi Birawa itulah yang selalu membuat hati El tersentuh, dimana kita harus berpisah dengan teman2 yang selama ini bersama kita selama 1 minggu kegiatan. Namun, untung ada HP, Facebook, dll. Jadi masih bisa kontek kontekan.
Saat pulang, kami sempat turun di pom bensin daerah Wonosobo. Wah, dari situ terlihat Gunung Sumbing dan Sindoro yang sangat gagah perkasa. Pengen banget El naik kesana, tapi apa daya, kemarin gagal mubcak dikarenakan kondisi cuaca yang kurang memungkinkan. Tapi El mau kesana lagi suatu saat nanti. Uh, jadi sedih nih.
Saat itu, El sempet pula foto-foto sama peserta, and good bye Cilacap come back to Pati

Dengan peserta Raida Kontingen Pati

ow adek2 qu

awas ularrrrrr


akhirnya keluar juga apdetannya….
hik..
bloghicking…
hehehehhehe