Arti Sebuah Cinta
Lera adalah seorang gadis tomboy yang memiliki segudang talenta. Selain pintar menyanyi dan memainkan beberapa alat musik, dia juga sangat pintar dalam pelajaran di sekolahnya yang merupakan sekolah terfavorit di kotanya. Tak jarang dia mendapatkan gelar siswa berprestasi dalam tiap semester. Dia juga memiliki hobi yaitu, main drum dan menari balet. Wow, sungguh hobi yang sangat bertolak belakang. Namun, Lera tetap saja manjalani hobi itu. Karena segudang talentanya itulah, dia banyak disukai oleh cowok-cowok di sekolahnya, karena paras Lera juga sangat cantik. Namun walaupun banyak sekali yang dia miliki, hal itu tidak membuat dia sombong, melainkan malah membuat dia semakin rendah hati. Sehingga dia hampir sempurna dalam segala hal.
Namun, dibalik kesempurnaannya itu, dia memiliki sebuah penyakit yang setiap saat bisa merenggut nyawanya. Penyakit ini dia derita sejak dia SD. Dia bisa bertahan sampai saat ini karena dia tergolong anak orang berada, sehingga dia tidak bisa hidup tanpa obat-obatan yang dia minum setiap hari. Kanker otak, itulah sahabat yang juga merupakan musuh Lera di dalam hidupnya.
Pada suatu malam di saat Lera sedang belajar, dia mendapat kiriman SMS dari temannya. SMS itu berasal dari teman yang selama ini tidak begitu akrab dengan Lera. Lera sangat kaget, setelah mengetahui tulisan yang ada di hp nya, “ I love you Lera “. Namun dia tidak menanggapinya, dan dia hanya menganggap temannya sedang bercanda dengan dia, sehingga dia memutuskan untuk melanjutkan belajarnya dan menganggap hal itu sebagai angin lalu.
Saat sang mentari bersinar di pagi hari, Lera dikejutkan oleh dering HP nya. “ Hallo, ada apa Den?” Tanya Lera. “Ler, SMS yang aku kirim semalam itu adalah isi hatiku selama ini. Aku tahu Ler kalo kamu sudah menjadi milik Igo. Tapi aku nggak bisa terus menerus memendam perasaan ini Ler. Namun, aku terlambat Ler. Dan semua itu sudah terlambat, dan tak akan pernah bisa aku dapatkan. Semua itu hanya mimpi yang tak akan pernah bisa aku raih. Aku nggak bisa memendam perasaan ini ler, jadi maafkan aku. Buka maksud aku untuk merusak hubunganmu dengan Igo, tapi aku akan selalu menunggumu sampai kapanpun tanpa harus kamu ngerasa tak tunggu.” Tut….. tut….tut…… Itulah pernyataan Denta tentang perasaannya terhadap Lera.
Lera langsung terpaku diam dan tidak bisa berbuat apa-apa. Jadi terjawablah arti sorotan mata Denta saat memandang Lera di setiap aktivitas Lera. Lera tahu bahwa dia tidak bisa menerima cowok selain Igo. Untuk itu dia berusaha menjauhi Denta.
Tanpa diduga oleh semua orang, pada suatu malam Lera harus di opname di rumah sakit karena kanker yang bersarang di otaknya selama ini sudah sangat membahayakan. Tentu saja berita ini langsung menyebar di seluruh sekolah Lera mengingat Lera adalah salah satu siswa teladan di sekolahnya. Igo selalu menemani Lera setiap saat dan selalu menghibur Lera supaya dia dapat berjuang melawan penyakitnya. Namun apa yang dilakukan Igo adalah sesuatu hal yang percuma karena Lera dalam keadaan koma.
Ditempat lain, disuatu pantai yang dingin di malam itu, berdirilah seorang cowok tampan yang merenung sendirian. “ Ler, aku tahu bahwa kamu akan pergi meninggalkanku untuk selamanya. Untuk membuktikan perkataanku aku akan pergi bersama dengan kamu dari dunia ini. Aku akan menemanimu dan aku akan menggenggam cintaku bersamamu di kehidupan lain.” Itulah kata-kata terakhir yang diucapkan Denta sebelum dia menceburkan dirinya ke laut.
Pada saat yang bersamaan, Lera menghembuskan nafas untuk yang terakhir kalinya.
