Feeds:
Pos
Komentar

Tips dan Trik Sukses Kirim Kuisioner PMP

Hem, Selamat malam para operator dapodik seluruh Indonesia. Pasti banyak diantara kalian yang kesulitan mengirim data PMP (Penjaminan Mutu Pendidikan) di Versi 1.4. Namun ada kabar gembira untuk teman-teman semua. Kemarin tanggal 17 Nopember 2016 ada rilis Patch PMP Versi 1.5. Dan selain itu, di versi 1.5 ini kalian akan dengan mudah mengirim kuisioner PMP hanya dengan hitungan menit bahkan detik.

Penasaran bagaimana caranya kan? Yup disini saya akan membagikan caranya.

  1. Unduh patch PMP versi 1.5 di sini.
  2. Backup database di aplikasi PMP versi 1.4 (untuk menghindari jika terjadi error saat upgrade).
  3. Jangan sekali kali uninstal aplikasi PMP versi 1.4.
  4. Instal patch PMP versi 1.5 klik next sampai selesai.
  5. Restart laptop/komputer.
  6. Login PMP seperti biasa.
  7. Tampilan login memang masih versi 1.4 namun saat sudah login akan muncul versi 1.5.
  8. Apabila saat sudah login yang muncul masih versi 1.4 maka hapus chache browser.
  9. Apabila sudah berhasil login silahkan kirim data.
  10. Apabila koneksi internet stabil maka dijamin data akan terkirim dengan cepat.
  11. Jika sudah terkirim, silahkan tunggu 5 s.d. 7 hari untuk pemrosesan data di server pusat.

Demikian info dari saya. Sekiranya bisa mengatasi kesulitan teman-teman operator.

God Bless

Iklan

Hem, dilihat dari judul postingan ini, pasti temen-temen berpikiran tentang hal-hal mistik (sok tahu ๐Ÿ˜† ). Yup, ide postingan ini muncul saat El tadi baru saja pulang dari Pati (Rumah El ada di Juwana). Dan apa yang pertama kali El rasakan saat keluar dari gerbang selatan Pati Bumi Mina Tani? Gelap pake buanget. Jujur, El orangnya tidak suka sama yang gelap-gelap. Perasaan lampu sepeda motor yang El pakai udah terang deh, soalnya keluaran 2012 (dilarang meyebut merk hohohohoh). Namun, tetep aja kurang mumpuni dengan keadaan jalan yang sangat gelap.
Saat itu dalam hati kecil El yang paling dalam (tidak bermaksud lebay lho…) muncul sebuah harapan, seandainya saja ada lampu kota di kanan kiri, seperti lampu kota yang ada di jalan lingkar selatan Pati, pasti suasananya tidak semenegangkan ini. Jujur saat El lewat jalan pantura Juwana-Pati, El sering banget dikagetkan sama orang-orang yang sering jalan kaki di pinggir jalan, orang-orang yang naik sepeda, dll. Pengen marah, tapi ndak mungkin, soalnya mereka kan sama-sama pengguna jalan. Hanya saja situasinya yang tidak memungkinkan.
Terkadang El juga berpikir, bagaimana ya kalo sepeda motornya dikasih lampu tambahan yang sangat terang, dan jangkauannya jauh banget? Namun, hal tersebut belum jadi kenyataan sampai sekarang, huff ๐Ÿ˜ฆ , karena mungkin memang akan nyaman untuk El, tapi kasihan juga pengguna jalan yang ada di depan El. Otomatis akan silau sekali gara-gara lampu El. Oh…. sungguh ironis sekali.
El juga sempet berpikir, bagaimana kalo mengusulkan hal ini sama pemda ya? Namun bingung juga sih, usulnya lewat apa? Secara El kan hanya rakyat kecil yang tidak punya pangkat dan jabatan, hemmm, bingung lagi kan??? Dan akhrinya El hanya bisa menulis dan menulis di blog El ini.
Buat temen-temen yang sering menggunakan jalur Pantura terutama jalur Juwana-Pati saat malam hari, hati-hati ya, soalnya jalanya gelap banget. Ok ๐Ÿ™‚ .
God Bless All

Disaat Turun Hujan

Hem, aroma tanah yang bercampur dengan air hujan, sangat khas. Orang Jawa menyebutnya dengan bau “ampo”. El sendiri ndak tahu, kok bisa disebut seperti itu, :lol:. Yang penting adalah suasana hujan itu sendiri. Namun, suasana yang dirasakan setiap orang tentunya berbeda-beda.
Seorang petani, akan sangat bersyukur sekali jika turun hujan di musim kemarau. Tentunya dengan intensitas yang cukup dan tidak berlebihan.
Seorang pembuat kerupuk, akan sangat sedih sekali. Karena musim kemarau yang dinantinya berubah menjadi petaka. Mereka tentunya akan sangat kerepotan jika turun hujan.
Seorang petani garam, yang sudah menanti untuk panen di musim kemarau, akan sangat kecewa, karena hujan yang turun menggagalkan panennya.
Orang yang hidup di daerah tandus dan langka air, tentunya akan sangat bersukacita. Mereka seperti menemukan tambang emas.
Ya, itulah hujan. Hujan bisa membuat orang senang dan bisa juga membuat orang kecewa. Tergantung bagaimana kita menyikapinya.
God bless ๐Ÿ˜†

Tadi siang sepulang kerja, El tanpa sengaja melihat segerombolan anak bermain bilyard. El perhatikan, ada yang aneh dengan mereka. Mereka masih mengenakan seragam berwarna putih abu-abu. Ya, mereka adalah sekelompok siswa SMA.
Kaget bercampur prihatin. Itulah yang El rasakan siang tadi. Kok bisa? Bukan karena mereka tidak pulang dulu setelah sekolah, ataupun bukan karena seragam yang mereka kenakan. Namun, karena keesokan harinya, tepatnya tanggal 30 Mei 2012, mereka akan menghadapi UKK ( Ulangan Kenaikan Kelas ).
Hati El menangis melihat hal itu. Disaat orang tua mereka sibuk mencari uang, yang tentunya untuk membiayai sekolah mereka, eh mereka terkesan cuek. Boleh-boleh saja main bilyard untuk sekedar refreshing. Tapi ingat, jangan saat akan menghadapi UKK. Setidaknya penuhilah kewajiban kalian sebagai anak dengan memberikan nilai yang membanggakan orang tua kalian. Setidaknya hargailah jerih payah orang tua kalian, mengingat jasa mereka buat kalian.
Kalian juga harus ingat, bahwa masih banyak anak-anak yang ingin sekolah, tapi tidak bisa dikarenakan biaya. Jadi, bersyukurlah atas kehidupan yang kalian miliki saat ini.
God Bless ๐Ÿ˜†

Oh, Listrik “Mati” Lagi

“Listrik mati”, setidaknya kalimat itulah yang terucap dari bibirku. Memang terkadang agak jengkel juga jika berurusan dengan aliran listrik yang tiba-tiba mati. Ibu-ibu rumah tangga yang sedang asyik mencuci, menanak nasi dan mengoven pun harus segera menghentikan aktivitasnya (dipaksa berhenti maksudnya :lol:). Selain itu, anak-anak kecil yang sedang menonton acara kesukaanya, atau yang sedang main PS, juga tiba-tiba “ngambek” dan tidak jarang ada yang sampai menangis gara-gara tidak bisa melanjutkan aktivitasnya. Dan untuk El, wah wah wah, terkadang emosi juga, terutama saat mengerjakan tugas kuliah, yang harus berhenti karena listriknya “mati” (maklum, laptopnya masih jadul, jadi cuma kuat 2 jam baterainya, hehehe).
Disisi lain, karena kebetulan El tinggal di desa yang berbasis industri, dengan adanya listrik “mati”, juga membuat ayah El tidak bisa bekerja.
Memang ada sebagian orang yang memanfaatkan GenSet (Generator) untuk mengatasi hal ini. Namun sayang, tidak semua orang mempunyai GenSet.
Yup, sudah dulu ya, karena listriknya sudah hidup lagi, El mau lanjutin buat tugas dulu, sekalian biar laptopnya bisa tak charge. Met beraktivitas, God Bless All ๐Ÿ˜† .

Hem, mungkin setiap orang berpikir kalo posting lewat handphone akan sangat melelahkan. Tapi, hal itu sangat menyenangkan sekali untuk El ๐Ÿ˜† . Kok bisa? Hehehe, yup, hal ini El rasakan saat El terbaring di RS kemarin. Namanya juga di RS, mana boleh main laptop? Kalo ketahuan susternya atau dokternya bisa2 kena marah, hehehe, kan otomatis disuruh istirahat total. Namun, yang namanya jiwa penulis (lebay mode on ๐Ÿ˜† ) mau gimana lagi? Hehehe.
Lanjut, yup langsung saja El ambil hp Nokia 5233 yang El punya untuk mencoba menuangkan semua ide El di HP lewat aplikasi Note. Memang dulu El pernah nyoba posting blog lewat HP, itu sih karena dulu belum punya PC ma laptop, jd terpaksa pake HP postingnya. Namun asyik juga kok posting lewat HP, diantaranya adalah :
1. Bisa posting dimana saja, bahkan di RS sekalipun :lol:.
2. Bisa posting sambil tiduran.
3. Hemat energi.
Itu beberapa keuntungannya, tapi yang paling membantu El adalah, bisa posting dimana saja tanpa harus membawa laptop (maklum, belum punya tablet, hehehe), selain itu, juga sangat membantu buat temen-temen yang memang hobi menulis, tapi peralatan masih terbatas. Jadi, manfaatkanlah HP kalian, seumpama belum ada fitur Note, kalian bisa ketik aja di sms, trus bisa kalian copy paste saat mau upload.
Untuk proses upload, temen-temen bisa buka browser yang ada di hp kalian atau lewat Opera Mini. Trus login aja ke blog kalian, dan copy paste tulisan kalian yang telah selesai diketik. Dan upload deh. Selesai kan?
Semoga tulisan ini bermanfaat :lol:.
God Bless You
Note: tulisan ini El posting pake Handphone

Sangiran, pemikiran pertama yang timbul di pikiran El dan temen-temen GANASPATI (Gabungan Anak UNSA dari Pati), adalah tempat untuk โ€œmadak ke rupoโ€ (hanya lelucon diantara kami yang berarti menyamakan rupa, karena merupakan situs prasejarah, hohohoh ๐Ÿ˜† ). Yup, memang sih bener buanget, disana merupakan situs penemuan fosil manusia purba โ€œMeganthropus Paleojavanicusโ€ (kalo ndak salah, katu guru sejarah q dulu, hehehe). Lanjut!!!!!

Kenapa kami memilih Sangiran untuk berkunjung? Karena saat pergi ke kampus kami yang ada di kota Solo (Universitas Surakarta), rombongan kami melewati kab. Sragen, karena kami memilih melewati jalur Purwodadi Solo (karena lebih dekat walaupun jalane ah hem, sungguh luar biasa hohohohoho ).

Hem, awalnya kami tidak berniat ke sana karena tujuan kami dari rumah adalah kuliah, hohohohoho. Namun kebetulan, saat itu rombongan kami cuma berempat saja (El, Pak Luluk, Mas Wal, dan Bang Saifudin). El, Pak Luluk dan Mas Wal kebetulan sudah mengambil skripsi, sedangkan Bang Sai masih aktif kuliah.

Sabtu itu, tepatnya tanggal 5 Mei 2012 kebetulan kami bertiga yang sudah skripsi bisa pulang agak siang, karena hanya bimbingan saja dan mengurus masalah skripsi. Namun, salah satu teman kami yaitu Bang Sai, terpengaruh oleh rayuan kami bertiga supaya membolos pada jam terakhir (dengan catatan kami harus membuatkan tugas kuliahnya, heheheh ๐Ÿ˜† ). Tapi ndak apa-apa lah, itung-itung โ€œngamalโ€ plus memperdalam ilmu PHP nya El dkk dan bisa refreshing, ๐Ÿ™‚ .

Sekitar pukul 14.30 kami berangkat dari kampus menuju Situs Sangiran. Sampai di sana, ada 2 obyek wisata yang disajikan, yang pertama Menara Pandang, yang kedua Museum Sangiran. Karena jalan menuju Menara Pandang yang pertama kali kami temui, maka kami memutuskan untuk mengunjungi Menara Pandang terlebih dahulu. Kesan pertama kami saat disana adalah, weleh weleh, โ€œapik tenanโ€ (bagus sekali). Yup, pemandangan dari atas Menara Pandang sangat indah sekali, jarang sekali bisa menyaksikan pemandangan seperti itu di tempat tinggal El. Hem, mengobati rasa rindu El untuk muncak, karena hampir 3 tahun El gak pernah muncak.

Setelah asyik menikmati pemandangan alam yang luar biasa di Menara Pandang dan tentunya sambil berfoto ria, kami melanjutkan perjalanan kami ke Museum Sangiran (Ini yang El tunggu-tunggu).

Kami sampai di Museum Sangiran pukul 15.30 WIB, dan kami harus membeli tiket seharga 3000 rupiah per orang (menurut El itu harga yang sangat murah untuk memasuki sebuah museum semegah itu). Namun ternyata jam 16.00 sudah tutup, dan menurut pesan Mbak yang menjaga loket tiket masuk kami disarankan untuk masuk ke museum terlebih dahulu.

Di museum itu terdiri dari 3 ruang, namun sayang kami hanya bisa memasuki 2 buah ruangan saja, karena waktu yang tidak mencukupi. Di sana ada banyak sekali fosil manusia purba, buaya, kura-kura dkk. Banyak sekali wisatawan yang berasal dari murid-murid sekolah, karena merupakan salah satu wisata pendidikan. Namun El berjanji, suatu saat nanti El akan kesana lagi untuk mengunjungi ruang yang ke 3. ๐Ÿ˜†

Di Museum ini juga dilengkapi dengan tanyangan pendek tentang terjadinya tata surya, lumayan juga untuk menambah wawasan ๐Ÿ™‚ . Selain itu, ada juga pemutaran film 3 dimensi yang tentunya harus membeli tiket terlebih dahulu. Menurut pengamatan El, museum ini sudah berstandar internasional (agak sok tahu, hohohoho). Kenapa El bisa ngomong seperti itu, karena pertama dari fosil yang ada di sana, yang salah satunya fosil manusia tertua di Pulau Jawa, kedua, museum ini sudah diakui oleh UNESCO, ketiga, pengamanan yang sangat ketat, El lihat dari banyak nya kamera CCTV di semua sudut ruangan dan banyak sekali satpam yang ramah-ramah, dan yang terakhir bangunan dan cara penyusunan informasi yang tidak hanya berupa tulisan, tapi ada yang berupa video. Itu menurut El sih, karena maklum, baru tahu ada museum kayak gitu, hohohoh ๐Ÿ˜† .

Sudah dulu cerita El, semoga bermanfaat.

God Bless You ๐Ÿ˜† .